brat ipoh :D

Latest News

Alquran Saja Dikorupsi, Benar-benar Negara Gagal!


Korupsi di Indonesia sangat memprihatinkan. Bahkan pengadaan Aquran saja tidak luput dari korupsi. Mungkin tidak salah jika survei The Fund for Peace (FFP) menempatkan Indonesia di urutan ke-63 dalam indeks negara gagal.

"Kalau dalam Islam berita seperti ini disambut dengan kata Innalillah. Kata ini menunjukkan sedih, perih dan luka," kata Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti sperti dilansir Merdeka.com, Kamis (21/6).  

Ray merasa aneh dengan niat nekat orang-orang yang melakukan perbuatan itu. Prilaku ini jelas memalukan buatnya. "Sekaligus rasa takjub yang luar biasa juga," tambahnya.

Musni Umar, Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah juga tidak habis pikir bagaimana bisa untuk hal keagamaan saja, pejabat melakukan korupsi.

"Ini luar biasa memprihatinkan. Korupsi sudah masuk ke semua lini," ujarnya.

Menurutnya hal-hal semacam ini membuat masyarakat Indonesia kehilangan harapan. Hukum dan ekonomi di Indonesia memang tidak pernah memihak orang kecil.

"Lihat itu koruptor dihukum hanya beberapa tahun. Sementara orang kecil dihukum berat. Hukum di Indonesia ini seperti pisau," kata Musni.

Dugaan adanya korupsi diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK Kemas Ronny di acara seminar nasional 'Peranan Civitas Akademika dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia' di Universitas Al Azhar Indonesia, kemarin.

Ronny mengetahui adanya korupsi dalam proyek itu karena dia turut serta menangani kasus ini. Dia kaget bukan kepalang saat mendengar adanya korupsi dalam pengadaan Alquran. "Astaghfirullahalazim, kitab suci pun dikorupsi," ujar Ronny.

Ketua KPK Abraham Samad juga mengamini ucapan Ronny itu. Menurut Samad nilai proyek itu cukup fantastis. "Saat ini dalam tahap penyelidikan. Berapa besarnya saya lupa tapi puluhan miliar," kata Abraham.

Dugaan kasus korupsi pengadaan Al Qur'an di Kementerian Agama membuat kaget banyak pihak. Tindakan itu dinilai tidak masuk dan sulit untuk dijelaskan oleh akal sehat.(*/merdeka)

no image
  • Open ID Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a comment

komentar anda...

Top