brat ipoh :D

Latest News

Gubernur Eks Petinggi GAM Pimpin Upacara

muzakir1.jpg

bandera.jpg20120817_bedu_HUTok.jpg
BANDA ACEH — Bekas Menteri Luar Negeri Gerakan Aceh Merdeka yang kini menjadi Gubernur Aceh Zaini Abdullah memimpin upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-67, Jumat (17/8/2012).

Peringatan kemerdekaan Indonesia diperingati secara khidmat di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Bekas Panglima GAM yang kini menjabat Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf hadir pada peringatan bersama Kepala Kodam Iskandar Muda Mayjen Zahari Siregar, Kapolda Irjen Iskandar Hasan, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, dan unsur muspida lainnya.

Peringatan HUT RI ke-67 ini merupakan upacara pertama yang diikuti oleh Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf yang terpilih dalam pemilihan kepala daerah 2012 lalu. Zaini merupakan Menteri Luar Negeri GAM di pengasingan. Ia terlibat sebagai perunding GAM dalam perundingan Helsinki. Sementara Muzakir Manaf merupakan petinggi militer GAM yang memimpin lebih 3.000 pasukan penuntut kemerdekaan.

Karenanya, Zaini dan Muzakir pernah menjadi buruan kelas wahid pasukan Indonesia ketika mereka masih menjadi petinggi sipil dan militer GAM. Setelah berdamai dengan Indonesia, mereka mengikuti pemilihan dan terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur periode 2012-2017.

Pada peringatan HUT RI ke-67 ini, Gubernur Zaini dan Wakil Gubernur Muzakir mengenakan seragam kebesaran upacara serba putih. Zaini memimpin upacara dengan lancar.

Upacara peringatan hari jadi negara Indonesia ini dimulai dengan pembacaan salawat badar. Selanjutnya, hening cipta, penggerekan sang saka merah putih oleh pasukan paskibraka Jeumpa Puteh.

Usai upacara, Zaini menyebutkan bahwa ini merupakan kali pertama dia memimpin upacara peringatan 17 Agustus setelah mendapat mandat dari rakyat dalam pemilihan lalu.

Menurutnya, peringatan hari kemerdekaan Indonesia di pelbagai kabupaten berlangsung lancar. “Kondisi Aceh sudah sangat kondusif,” kata Zaini.

Ia berjanji akan menciptakan tatakelola pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme serta tidak berdasarkan kepentingan kelompok. “Kita ingin pemerintahan ini prorakyat,” ujarnya. [sumber : acehkita.com]

no image
  • Open ID Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a comment

komentar anda...

Top