brat ipoh :D

Latest News

Ribuan Warga Mengemis ke Rumah Wakil Walikota

minta_thr.jpg
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Ribuan warga miskin, Kamis (16/8) petang antri di halaman kediaman Wakil Walikota Subulussalam, Affan Alfian Bintang. Mereka minta Tunjangan Hari Raya (THR)
 
Laporan : Khalidin | Subuluissalam
SUBULUSSALAM  -  Ribuan warga miskin,  Kamis (16/8) petang mendatangi kediaman  Wakil Walikota Subulussalam, Affan Alfian Bintang. Mereka minta Tunjangan Hari Raya (THR)

Pantauan Serambinews.com, sejak pagi hari warga termasuk anak-anak, sudah berada di kediaman Politisi Partai Hanura yang beralamat di jalan Malikussaleh-Cut Nyakdhien tersebut. Namun, pembagian bantuan baru dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB hingga sore..”Mau minta THR dari pak wakil walikota,” kata salah seorang perempuan paruh baya.

Wakil Walikota Affan Alfian Bintang didampingi istri Ny.Hj Mariani Haraharap sepulang dari gedung DPRK Subulussalam yang menghadiri pidato kenegaraan Presiden RI ternyata sudah menyiapkan sebanyak 2.000 amplop berisi uang tunai yang akan dibagikan kepada para warga miskin di sana.

Amplop berisi uang sekitar  30.000-50.000  rupiah dan dibagikan kepada ribuan warga. Sedangkan untuk anak-anak diberikan uang baru senilai Rp 10.000.

Suasana pembagian sempat ricuh karena ada warga yang tidak sabar ingin meringsek ke dalam pagar untuk mendapatkan jatah. Sehingga sejumlah petugas Satpol PP yang berada di lokasi, harus kerja ekstra mengamankan warga.

Aktivitas meminta sumbangan ke kediamanan Wakil Walikota Subulussalam,  tak pernah lengang selama ramadhan. Mereka minta baik berupa uiang maupun bahan makanan.

Fenomena peminta-minta atau pengemis “kambuhan” ini  merupakan problem klasik Kota Subulussalam sejak daerah ini masih berinduk ke Kabupaten Aceh Singkil bahkan Aceh Selatan. Keberadaan para peminta musiman ini biasa ditemukan khususnya menjelang Ramadhan dan Lebaran seperti sekarang. Mereka berkeliaran di jalan dan mendatangi rumah-rumah warga.  Kebiasaan itu terjadi mulai jayanya bisnis perkayuan di Subulussalam tahun 1990-2000 silam. Di mana para tauke kayu yang memiliki banyak duit tidak segan-segan membagi-bagikan duitnya kepada masyarakat. (*)

Editor : ampuh
SERAMBINEWS
no image
  • Open ID Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a comment

komentar anda...

Top