brat ipoh :D

Latest News

Tionghoa Aceh Kutuk Myanmar

11082012foto.9_.jpg
Organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam solidaritas Aceh untuk tragedi kemanusiaan menandatangani petisi mengecam Pemerintah Myanmar terkait pembantaian muslim Rohingya di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, (10/8). SERAMBI/BEDU SAINI

* Terkait Kekejaman terhadap Etnis Rohingya
* Galang Aksi Solidaritas Bersama Aktivis Kemanusiaan      

BANDA ACEH - Puluhan warga Tionghoa yang bergabung dalam komunitas agama Budha dan perkumpulan HAKKA (suku Tionghoa) Aceh, Jumat (10/8) berbaur dengan aktivis kemanusiaan termasuk organisasi mahasiswa menggalang aksi solidaritas menentang kekejaman pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya.

Aktivis dari berbagai organisasi bersama warga Tionghoa Aceh berkumpul di taman luar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh seusai shalat Jumat.

Para pengunjukrasa membentangkan selembar kain putih panjang untuk menggalang dukungan tanda tangan sebagai bukti penentangan dan kecaman pemerintah Myanmar yang telah berlaku kejam terhadap muslim Rohingya.

Aksi berlabel; Petisi Solidaritas Aceh untuk Tragedi Kemanusiaan tersebut diusung oleh 30 LSM, organisasi mahasiswa, organisasi keagamaan, plus partai politik. Aksi itu ternyata mendapat dukungan luar biasa dari warga Tionghoa di Aceh, khususnya Banda Aceh.

Jamaah shalat Jumat di Masjid Raya ada yang ikut berbaur bersama aktivis dan tak sedikit pula memberikan tanda dukungan serta simpati dengan membubuhkan tanda tangan di kain putih yang telah disiapkan. Mereka juga membagi-bagikan brosur berisi delapan poin pernyataan sikap yang intinya mengecam pemerintah Myanmar yang telah bertindak di luar batas terhadap minoritas muslim Myanmar.

Elemen sipil yang menggagas aksi tersebut mendesak dihentikannya pelanggaran HAM berat terhadap muslim Rohingya, mengakui etnis minoritas muslim Myanmar sebagai warga negara Myanmar, dan memberikan hak hidup kepada kaum minoritas tersebut.

Usai membacakan pernyataan sikap, mahasiswa beraksi di taman Masjid Raya Baiturrahman. Di tempat itu sudah menunggu puluhan warga Tionghoa. Warga keturunan tersebut datang ke lokasi aksi menggunakan satu bus. Satu per satu mereka juga membubuhkan tanda tangan di atas bentangan kain putih. Mereka menyatakan tidak mentolerir dan mengutuk kekejaman pemerintah Myanmar terhadap  muslim Rohingya. “Kami mengutuk berbagai bentuk kekejaman pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya,” tandas Ketua Perkumpulan HAKKA Aceh, Kho-Khie-Siong.

Sekitar pukul 14.30 WIB, di bawah cuaca terik menyengat, usai menandatangani petisi, para aktivis dan penggagas aksi, termasuk  warga Tionghoa meninggalkan lokasi di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

 Demo HTI
Aksi unjukrasa mengecam kekejaman Myanmar terhadap etnis Rohingya juga dilakukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Banda Aceh di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Jumat (10/8) sore.

Aksi yang melibatkan puluhan aktivis HTI yang mengusung bendera bertuliskan Lailahaillallah tersebut menarik perhatian masyarakat, terutama pengguna jalan. Polisi bekerja ekstra untuk menjaga tetap lancarnya lalulintas di bundaran paling sibuk tersebut.(swa/nas)

Harusnya Rohingya Juga
Damai seperti Kami di Aceh


WARGA Tionghoa yang ada di Aceh termasuk yang bergabung dalam komunitas agama Budha menyatakan keprihatinan dan ikut menangisi kekejaman yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingya.

“Sebagai umat beragama, kita juga tak menginginkan muslim Rohingya mengalami perlakuan kejam. Kita akan terus bergabung dalam aksi-aksi solidaritas seperti ini dengan harapan akan semakin kuat tekanan terhadap pemerintah Myanmar,” kata Ketua Perkumpulan HAKKA Aceh, Kho-Khie-Siong.

Menurut Kho-Khi-Siong, melalui aksi penggalangan solidaritas Aceh untuk Rohingya, warga Tionghoa yang ada di daerah ini langsung bergabung memperkuat barisan. “Ya, melalui wadah semacam ini akan lebih besar tekanan pada pemerintah Myanmar supaya segera menghentikan kekerasan pada muslim Rohingya. Kejadian yang menimpa muslim Rohingya tidak diinginkan oleh semua pihak. Kita tidak setuju terhadap tindakan pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingnya,” tegasnya. Kho menambahkan, “Meski mereka minoritas, kami ingin mereka (etnis Rohingya) bisa hidup damai seperti kami hidup di Aceh.” (swa)


Sikap Elemen Sipil Aceh
untuk Tragedi Rohingya


ELEMEN sipil Aceh yang melakukan aksi solidaritas untuk tragedi Rohingya menilai perkembangan terus memburuk di Myanmar, khususnya aksi kekejaman terhadap etnis Rohingya. Elemen sipil Aceh menyerukan dan mendesak Dewan HAM PBB, UNHCR, IOM, Asean, Presiden Republik Indonesia, Komisi HAM Perwakilan Asia, Kedutaan Besar  Myanmar, dan OKI segera mengambil langkah-langkah nyata.
Inilah pernyataan sikap elemen sipil Aceh untuk tragedi Rohingya:
1. Hentikan pelanggaran HAM berat terhadap muslim Rohingya (pengusiran dan pembersihan etnis minoritas muslim Rohingya)
2. Mengakui etnis minoritas muslim Myanmar sebagai warga Negara Myanmar dan memberikan hak hidup kepada kaum minoritas muslim Rohingya sebagai suatu suku bangsa
3. Embargo senjata dan ekonomi untuk Myanmar atas prilaku brutal pemerintahan Thein Sein
4. Menuntut Myanmar sebagai negara untuk lebih terbuka dan menerima kehadiran negara lain atau organisasi atau UNHCR untuk proses penyelidikan atas pengusiran etnis muslim Rohingya
5. Mendesak Presiden Then Sien untuk tanpa penundaan merealisasikan dialog dengan negara lain agar proses penyelesaian konflik sektetarian tidak berlarut-larut
6. Mendesak seluruh institusi pemerintah negara Myanmar untuk menghentikan stigmatisasi terhadap masyarakat minoritas muslim Rohingya sebagai suku pendatang atau warga etnis Myanmar
7. Mendesak Presiden Indonesia untuk menginstruksikan kepada imigrasi untuk mengambil langkah-langkah menjamin rasa aman muslim Rohingya yang telah berada di Indonesia
8. Meminta seluruh otoritas dan personel penegak hukum di Myanmar untuk mematuhi prinsip-prinsip dan standar hak asasi manusia yang dijamin dalam konvensi antipenyiksaan dan hak asasi manusia, termasuk perlindungan terhadap hak atas hidup dalam situasi apapun dan menuntut Asean mengeluarkan Myanmar dari anggota Asean.(*)

penggagas petisi

* MaTA * GeRAK * JMK * KontraS Aceh * Garda Pemuda NasDem * LBH Banda Aceh * IMM * DPD PKS Banda Aceh * Tokoh Budha Aceh * HAKKA Aceh * KAMMI Aceh * Potret CCDE * FLP * JMSP * HMI Banda Aceh * IKA SeHAMA * JKMA Aceh * Komunitas Tikar Pandan * BEM Fisip Unsyiah * LBH Apik Aceh * BEM Tarbiyah IAIN * AJI Banda Aceh * BEM Tarbiyah Unmuha * Liga Mahasiswa NasDem * Komite Pemuda Pase * Pema Unsyiah
* HMI Teknik Unsyiah * Himapsi Unsyiah * BEM FK Unsyiah * ISMKMI Aceh

Editor : hasyim
serambinews
no image
  • Open ID Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a comment

komentar anda...

Top