brat ipoh :D

Latest News

Satgaskom RAPI Sedang Berburu Pengganggu Frekuensi

Banda Aceh,KB-Komandan Satgas RAPI Banda Aceh Ismail [JZ 01 BPJ] menunjuk langsung Wadan Satgaskom RAPI kota Banda Aceh Syafril Aqmar [JZ 01 BOO] untuk memimpin persiapan ringkus pengganggu frekuensi selanjutnya. Sebelumnya RAPI telah berhasil menangkap Pria berinisial IS [26], terduga pengganggu frekuensi RAPI di lokasi RSUZA Banda Aceh.

Organisasi yang bergerak di bantuan komunikasi kebencanaan ini harus bekerja keras, dalam operasi ini akan di libatkan seluruh anggota Satgaskom Radio Antar Penduduk Indonesia.
“Kami harus bekerja keras dalam menjaring pengganggu frekuensi radio ini, agar frekuensi yang kami gunakan tertib dan tidak ada lagi pengacau ataupun penjahat gelombang yang selama ini sangat meresahkan para anggota RAPI juga masyarakat yang selama ini ingin mendengarkan informasi,” ungkap Wakil Komandan Satgaskom RAPI Kuta Raja Syafril Aqmar [JZ 01 BOO], kepada bongkarnews.com, Kamis 21 Febuari 2013.219239_424485834290123_1060548871_o(6)
Diperkirakan RAPI akan menurunkan anggota mencapai 50 personil Satgaskom, untuk menyisir kota Banda Aceh pada saat pengganggu ini muncul.”Upaya terus di lakukan dan kita juga akan mengawasi penjual radio HT kepada oknum-oknum yang tidak memiliki izin, sedikit demi sedikit terus kita kembangkan,” ungkapnya kepada wartawan.
Radio Antar Penduduk Indonesia atau disingkat RAPI, bergerak di bidang komunikasi, organisasi ini sekarang sedang melambung namanya di tengah-tengah masyarakat Aceh. RAPI juga di kenal salah satu organisasi kebencanaan dan kapanpun siap membantu masyarakat maupun pemerintah dalam berkomunikasi.
“Alat yang di gunakan untuk berkomunikasi radio HT, yang memiliki jalur resmi izin pemakaian frekuensi juga izin penggunaan perangkat, tapi dalam setahun belakangan ini frekuensi yang di gunakan oleh anggota RAPI tersebut banyak sekali di ganggu oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” beber pria yang sering dipanggil Aril.[MTU/www.bongkarnews.com]
no image
  • Open ID Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a comment

komentar anda...

Top