brat ipoh :D

Latest News

Kisah Bangsawan Sadis, 'Mandi Darah Perawan' Demi Cantik Abadi

Countess Elizabeth Bathory de Ecsed (Wikipedia)
Kabereh.com, Cachtice - Hari itu, 21 Agustus 1614, 400 tahun lalu, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed tamat. Ia meninggal dunia dalam sebuah kamar sempit di Kastil Cachtice, tempatnya dikurung. Pada usia 54 tahun.

Elizabeth ditemukan dalam kondisi telungkup, di ruangan tertutup yang hanya menyisakan lubang kecil yang digunakan untuk memasukan makanan dan minuman.

Bangsawan tinggi Kerajaan Hungaria itu lekat dengan dengan imej sebagai 'Countess Berdarah', perempuan pembunuh berantai paling sadis sepanjang sejarah.

Ia dan 3 kaki tangannya dituduh menyiksa dan membantai ratusan gadis, jumlahnya antara 100 hingga 650 orang -- entah berapa pastinya -- antara tahun 1585 hingga 1610.

Kabar yang beredar menyebut, Elizabeth mandi dengan darah para korbannya. Ia meyakini, darah perawan akan membuatnya memiliki kecantikan abadi. 'Rahasia awet muda'.

Ia menyakini, darah gadis muda memancarkan cahaya kemudaan mereka. Sang countess masuk ke dalam bak mandi dan berendam dalam kubangan darah korbannya.

Hingga kini, reruntuhan kastil kuno di atas bukit, tempatnya menghembuskan nafas terakhir, sekaligus tempat menyiksa korbannya, membayangi Desa Cachtice, Slovakia. Menghembuskan hawa horor.

Penulis wisata, John Malathronas kepada CNN menulis, kisah hidup sang bangsawan menjadi inspirasi sejumlah film, buku, dan situs online. Sejumlah orang bahkan menduga, novel 'Dracula' karya Bram Stoker pada 1897 terinspirasi kisah sadis itu.
Baca selanjutnya: Pemuja Setan...
liputan6
Kisah Bangsawan Sadis, 'Mandi Darah Perawan' Demi Cantik Abadi
  • Open ID Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a comment

komentar anda...

Top